Eskalasi perang Rusia – Ukraina, Invasi Ke Venezuela dan Proposal 20 Butir Upaya Damai dari USA

Oleh : Agus Widjajanto*

Tabloiddictum – Dunia mungkin akan lebih indah apabila tidak pernah terjadi peperangan di muka bumi, namun secara tradisional dalam sejarah dunia selalu dipenuhi oleh konflik peperangan , karena kepentingan politik, ekonomi bahkan pribadi pemimpin sebuah negara.

Sejak Imperium Romawi sebelum masehi hingga Jengis khan, mantan Khan Agung kekaisaran  Mongol menyerbu Eropa dan Asia dan  menguasai hampir sepertiga dunia, sampai meletus nya perang dunia pertama hingga kedua, selalu diawali oleh ambisi dan keputusan yang kadang tidak masuk akal terjadinya perang.

Bahkan di era modern pasca perang dingin produksi alat utama sistem pertahanan dan tehnologi tinggi selalu jadi primadona sebagai bisnis paling menguntungkan bagi negara besar dan adi daya saat ekonomi mengalami kesulitan.

Perang sebagai jalan termudah untuk mendongkrak ekonomi dengan menginvasi negara lain dengan alasan politis, yang sesungguhnya adalah untuk menguasai sumber daya alam dan energi dari negara yang kekuatan militer nya lemah tapi dianggap bersebrangan dengan kepentingan politik dari sebuah negara besar.

Demikian juga perang Rusia Ukraina yang sudah berlangsung sejak tahun 2022 lalu, yang telah menewaskan puluhan ribu tentara dari kedua belah pihak, belum juga berakhir.

Baru baru ini presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan 20 butir proposal perdamaian kepada Presiden Ukraina Zelensky, dimana diharapkan kedua belah pihak bisa menerima perdamaian untuk mengakgiri perang yang berlarut larut yang bisa menyeret NATO dalam perang terbuka dengab Rusia.

Amerika serikat mengajukan proposal agar Ukraina bersedia menyerahkan wikayah Donbas yang terdiri dari wilayah Luhans dan Donetsk diwilayah Ukraina Timur yang berbatasan langsung dengan Rusia kepada Rusia. Presiden Rusia Putin,  menyetujui usulan tersebut dimana wilayah Luhanst dan Donatsk di Donbas sudah dikuasai rusia 75 persen.

Semoga di awal tahun 2026 bisa terjadi perdamian permanen atas usulan 20 butir proposal yang  diajukan Amerika serikat tersebut. Namun kembali kepada ulasan diatas, kadang peperangan merupakan sebuah kelutusan bisnis yang paling menguntung kan dalam percaturan negara negara adi kuasa dalam kancah global.

Baru – baru ini telah beredar di dunia maya melalui trasmisi kode, target nuklir dan aliran data terenskripsi di Polandia yang memicu narasi analisis yang cukup mendalam mengenai ketegangan Geo Politik, saat ini.

Analisis inteljen tersebut mengungkapkan eskalasi dan perang saraf munculnya kabar mengenai transmisi lebih dari 20 kode penargetan nuklir Amerika Serikat, dalam waktu singkat, yang diikuti oleh aliran data terenskripsi di frekwensi nuklir utama di Polandia yang menciptakan atmosfir kegentingan yang mencekam.

Jika informasi ini akurat dan benar maka kita sedang melihat pergeseran postur militer dari “Pencegahan” ( Detterence ) menjadi kesiapan aktif yang sangat jarang terjadi di era modern ini setelah berahir nya perang dingin .

Polandia sebagai titik didih pemilihan lokasi bukan tanpa alasan, sejarah perang dunia pertama dan kedua juga dipicu wilayah Polandia yang diserbu Jerman saat itu. Polandia sebagai anggauta NATO, yang berbatasan langsung dengan wikayah konflik ukraina Rusia, telah menjadi benteng terdepan bagi Eropa.

Aktifitas pada frekwensi nuklir utama diwilayah ini, menunjukan bahwa Amerika serikat sedang mengirimkan sinyal komunikasi strategis yang sangat serius kepada lawan lawan dalam doktrin militer.

Transmisi kode semacan ini biasanya merupakan bagian dari protokol Emergency Messeges (EAM) yang digunakan untuk memerintahkan atau mempersiapkan serangan nuklir.

Realitas di lapangan menyangkut kesuksesan operational pesawat F 35 yang telah dikirimkan lebih dari 2.270 unit keberbagai negara termasuk Polandia, kini menemukan konteks yang paling ekstream dimana jet – jet tempur tersebut bisa digunakan sebagai pengantar senjata berteknologi tinggi .

Secara tehnis Tranmisi massal kode target bisa kemungkinan dua hal :
1. Latihan kesiapan skala penuh ( full scala Readiness Exercise) Untuk menunjukan kekuatan terhadap lawan sebagai respon inteljen
2. Atau kesiapan perang sesungguhnya apabila perdamian gagal

Dunia kini menanti apakah ini hanya gertakan deplomasi tingkat tinggi, ataukah awal terjadinya pergeseran permanen dalam tatanan keamanan Global sebagai respon pengalihan perhatian atas Wilayah konflik Indo Pasifik yang melibatkan china dengan amerika serikat, kita tunggu .

Berita ter update saat ini pada hari sabtu tanggal 3 Januari 2026, secara resmi Amerika serikat melancarkan serangan udara , dan melakukan pemboman di ibukota Venezuela Caracas, dimana , dikabarkan presiden Maduro ditanggap dan ditahan di kapal perang Iwo Jima dilepas pantai Teritorial nternational, untuk dibawa ke New York USA.

Bahwa serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela telah resmi di muat di media media dunia, baik cetak elektronik maupun TV Aljazera, dan media sosial.  Hal ini merupakan pelanggaran hukum international dengan menyerbu dan menangkap presiden sebuah negara berdaulat, dimana masalah cadangan minyak terbesar di dunia menjadi pemicunya.

Lagi lagi kepentingan ekonomi demi sumber daya alam dan mineral yang jadi alasan peperangan meng invasi negara lian , dan ini pembelajaran bagi kita bangsa Indonesia yang dikaruniani sumber daya alam melimpah, apakah bisa jadi berkah ataukah bahkan kutukan yang diperebutkan bangsa lain sebagai wilayah jajahan tergantung kita anak bangsa menyiasati dan menjaganya.

Jikalau Amerika Serikat bisa menculik dan bawa Nicolas Maduro presiden terpilih Venezuela di istana yang tentu dijaga ketat pengamanannya, maka tentu pertanyaan serupa akan berlanjut bisa saja akan melakukan kepada Presiden kepala negara lain di belahan lain dunia. Dan ini jadi preseden buruk bagi stabilitas Dunia.

Sepertinya tidak akan berhenti hanya pada Nicolas Maduro, karena baru ditemukan cadangan mineral besar di Guyana, Chili, Argentina, kalau ini benar akan terus berlanjut maka bukan tidak mungkin pemicu perang dunia ke tiga bukan dimulai dari Indo Pasicik , akan tetapi justru dari Amerika Latin.

Sejarah menunjukan bahwa pengalihan perhatian selalu diberikan dalam kontek kontra inteljen dalam rangka kesiapan tempur sesungguhnya, agar lawan lengah untuk dialihkan fokus kesiapanya.

Yang pasti mesin perang merupakan produk tehnologi tinggi yang laku keras di lapangan sangat menguntungkan bagi produsen alat utama sistem persenjataan, baik untuk perang sesungguhnya maupun untuk damai demi mempertahan kan wilayah teritorialnya.

Apalagi saat ini ekonomi dunia sedang tidak baik baik saja tentu syah syah saja apabila strategi politik menggunakan isu perang kawasan sebagai alat pemuliham ekonomi sebuah negara untuk menghidupi rakyatnya***

*Penulis adalah Pemerhati pertahanan dan sosial budaya