BADUNG, TabloidDictum.com – Banyak warga Bali dan juga pendatang yang merasa terkecoh, masuk perangkap “Jebakan Batman” saat masuk dan juga ketika memanfaatkan fasilitas parkir di Bandara Internasional, I Gusti Ngurah Rai Bali. Sejak diberlakukan pembayaran menggunakan uang elektronik atau E-Money, banyak pengendara, baik sepeda motor maupun mobil yang menjadi korban dari E-Money tersebut.
Pengendara ketika masuk Bandara Ngurah Rai, diharuskan membeli kartu uang elektronik seharga Rp50 ribu dari petugas pengelola parkir bandara di pintu masuk. Ternyata, isi saldo dari E-Money tidak seperti yang dibayangkan pengendara, dipotong biaya administrasi paling tidak ada saldo Rp47 ribu.
Banyak pengendara yang harus merogoh kantong membayar dengan uang tunai ketika di pintu keluar karena ada pemberitahuan ‘saldo tidak cukup’.
Kog bisa? Ternyata, dari setiap kartu yang dibeli pengendara untuk bisa masuk atau parkir di Bandara Ngurah Rai, Rp30 ribu sudah duluan raib, masuk kantong Himpunan Bank Nagara (Himbara), yang mengeluarkan kartu perdana E-Money sehingga saldo yang tersisa hanya Rp20 ribu.
Baca juga: Bayar Gunakan Uang Elektornik, “Jebakan Batman” di Parkir Bandara Ngurah Rai Bali
Anehnya, pemotongan tersebut tanpa sepengetahuan pembeli atau pengguna saat membeli kartu perdana e-money, baik di pintu masuk dan keluar Bandara Ngurah Rai maupun di toko berjejaring, Alfamart dan Indomart.
Dikutip dari posbali.net, General Manager Bandara Internasional Ngurah Rai, Akhmad Syaugi menjelaskan, perjanjian kerjasama antara Himbara perihal kartu elektronik antara PT Angkasa Pura Indonesia dipastikan tidak ada.
“PT.Angkasa Pura Suport selaku pengelola Parkir di Bandara Ngurah Rai sifatnya hanya meminta Himbara memenuhi kebutuhan kartu elektronik untuk mendukung kelancaran program fullcashless and Fullmanless yang diberlakukan di Bandara Ngurah Rai,” jelas Ahmad Syaugi.
Lebih lanjut dikatakan, penjualan kartu elektronik sebelum pemberlakuan fullmanless dan fullcashless di Bandara Ngurah Rai juga sudah beredar luas tidak hanya di Bandara Ngurah Rai.
Baca juga: Banyak Korban “Jebakan Batman” di Parkir Bandara, Ada Dugaan Pungli, Polisi dan Jaksa Jangan Diam
“Ada yang dijual seperti di Indomaret dengan rata-rata harga kartu elektronik perdana sebesar Rp.50.000,- dengan isi saldo Rp.20.000. Jika habis bisa di top up kembali oleh pengguna sesuai dengan isi saldo yang diinginkan. Jika diisi ulang Rp.50 ribu maka isinya utuh Rp.50.000,”ungkap Akhmad Syaugi.
Menurutnya, Rp30 ribu sudah dipotong pihak bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) yang memproduksi kartu itu yaitu Bank BRI, Bank BNI dan Bank Mandiri.
Penjualan kartu perdana elektronik selain di Bandara Ngurah Rai, tentunya dari pihak perbankan juga memberlakukan biaya administrasi penerbitan kartu perdana sehingga sehingga jumlah saldo awal saat pembelian pertama berapapun nominalnya sudah diatur oleh regulasi dan ketentuan perbankan yang menerbitkan kartu perdana dimaksud.
Pemotongan biaya Rp30 ribu pada kartu perdana e money oleh pihak Himbara yang mana dilakukan oleh Bank BNI dan Bank Mandiri menjadi pertanyaan para pengguna jasa parkir atau yang masuk ke Bandara Ngurah Rai.
Baca juga: Pengelola Parkir Bandara Ngurah Rai Akui Ada Miskom, Berjanji Untuk Benahi
Anehnya, bank BNI dan Mandiri memotong uang warga sebesar itu tanpa sepengetahuan konsumen. Sosialisasi dari Himbara tak pernah dilakukan sehingga konsumen seakan digiring masuk dalam jebakan Batman Himbara.
Terhitung sejak November 2023 saat uji coba penerapan full manless dan full cashless hingga saat ini, sudah sekitar 15 ribu konsumen membeli kartu perdana e money Bandara Ngurah Rai, mungkin juga lebih bila melihat lalulintas keluar masuk kendaraan di Bandara Ngurah Rai. Jika Rp30 ribu dikalikan 15 ribu maka ada uang konsumen sebesar Rp450 juta yang telah dipotong Himbara tanpa sepengetahuan.
Korban “Jebakan Batman” parkir bandara merasa tidak masuk akal apabila pihak Himbara cuci tangan dengan bersembunyi dibalik argumentasi pemotongan biaya adminstrasi, rasanya terlalu besar dan tidak masuk akal jika harus memotong sebesar Rp30 ribu. NAN






